Saya memang pernah belajar ilmu Pawang Hujan, sebuah ilmu hikmah keghaiban yang biasa digunakan untuk tujuan memindahkan awan hujan ke lokasi lain. Wajar jika dalam kondisi seperti ini lalu punya niat menggunakan daya ilmu tersebut. Atau menggunakan daya ilmu lain yang serupa khasiatnya misalnya Asma Sirr, Asma Maharaja atau ilmu lainnya. Tetapi harus diingat bahwa sebelum mendayagunakan ilmu ghaib terlebih dulu memohon petunjuk & ridho kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka yang saya lakukan adalah mengawalinya dengan DOA, memohon petunjuk kepada-NYA. Dalam hal ini kita jangan merasa sok bisa, sok tahu atau sok mampu apalagi sok sakti. Pepatah Jawa mengatakan : “Ojo rumangsa bisa, nanging sing bisa rumangsa” artinya jadi orang janganlah merasa paling bisa, tetapi bisalah merasa. Selepas sholat Maghrib itulah saya menggungkap hajat si bapak A kepada gusti Allah. Lalu hidayah (petunjuk) pun datang, ternyata ilmu tolak hujan kali ini menggunakan sedekah!
Anda boleh percaya atau tidak dengan cerita ini, malam itu jam 8 tanpa disangka ada tamu yaitu seorang tetangga dari kampung sebelah datang ke rumah. Ia bercerita bahwa sedang kesulitan uang untuk membayar biaya sekolah kedua putranya. Selama 3 bulan belum terbayar, dan konsekuensinya kelak si anak tidak dapat mengikuti ujian sekolah. Sampai disini saya sudah yakin inilah yang menjadi pintu sedekah tersebut, akhirnya saya sedekahkan uang kepada bapak ini guna membayar biaya sekolah anaknya.
Diluar rumah rintik hujan masih menetes membasahi bumi, jam 9 malam si bapak A kembali menghubungi saya lagi. Saya mencoba menenangkan dirinya dan mengatakan insyaAllah besok pagi tidak akan turun hujan sampai acara selesai. Dan ternyata di hari H memang tidak turun hujan, acara pernikahan berjalan lancar dan pada sore harinya setelah semua perlengkapan tenda-kursi dibongkar barulah awan mendung datang lalu hujan turun dengan cukup deras.
Apa hikmah yang bisa dipetik dari kejadian tersebut?
Jikalau kita hanya mengandalkan ilmu lalu mengesampingkan petunjuk dari Sang Maha Kuasa, niscaya besar kemungkinan yang akan didapat hanya kekecewaan dan kegagalan.
Selaraskan kekuatan dengan Qodrat-NYA dan berkehendaklah sesuai dengan Iradat-NYA, insyaAllah keterkabulan hajat dan kebahagiaan akan kita dapatkan.
Syech Athaillah as Sakandari dalam AL-HIKAM bait ketiga memberi wejangan : “Himmah (usaha, tekad, cita-cita) yang menggebu tidak dapat menerobos tirai takdir yang telah ditentukan Allah“
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Rahasia Cara Mendeteksi Khodam Batu Mustika dan Benda Pusaka
Benda Pusaka sangat kental dengan sebuah keghaiban, tetapi banyak sekali pemilik benda pusaka tidak tahu bagaimana melihat tuah(khodam) atau...
-
Madu merupakan cairan kental yang manis dan lezat rasanya. Sangat berkhasiat untuk tubuh manusia, bahkan disebut-sebut sebagai minuman multi...
-
Ya Allah, ampunilah segala dosa-dosa kami baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja. Mungkin itulah salah satu doa yang sering kita ...
-
Seperti yang kami janjikan pada artikel sebelumnya tentang doa agar terhindar dari kesyirikan, alhamdulillah pada kesempatan yang baik ini k...
No comments:
Post a Comment